Purbalingga – Sebanyak 30 Mahasiswa yang terdiri dari pengurus HMPS ( Himpunan Mahasiswa Program Studi ) Manajemen Dakwah dan kelas 1 MD angkatan 25 Universitas Islam Negeri ( UIN ) Prof. K. H. Saifudin Zuhri, mengunjungi Museum “Kelahiran Jendral Soedirman” yang ada di salah satu kecamatan Rembang, Desa Bantar Barang, pada Minggu 2/11/2025.

Kunjungan studi ini bertajuk “Heritage Tour Rembang, Purbalingga”, ini bertujuan untuk memberikan pengalaman dan menyusuri kisah perjuangan jendral soedirman serta belajar yang lebih interaktif dan mendalam tentang sejarah Jendral Soedirman. Lebih daripada itu jendral sedirman terkenal akan sosok sederhana yang menjadi inspirasi bangsa.
Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB, dengan di awali registrasi terlebih dahulu, kemudian kegiatan dilanjutkan dengan berkeliling di sekitar area museum sekitar 30 menit, selanjutnya kegiatan di isi dengan guiding yang di pandu oleh edukator museum yang menjelaskan detail di balik setiap peninggalan – peninggalan yang ada, Asiknya peserta tidak hanya di ajak untuk melihat namun ada sesi prakteknya juga, sebagai bentuk implementasi dari kegiatan tersebut.
Suasana kunjungan terlihat hidup karena antusias dari setiap peserta yang mengikuti kegiatan tersebut. Karena dengan dibuktikan saat para mahasiswa aktif bertanya dan mencatat informasi di galeri pada tiap – tiap ruangan bersejarah ini. Panitia penyelenggara menyatakan bahwa, sangat perlu untuk kegiatan seperti ini dilakukan, selain daripada bentuk dari mengenang dan merawat aset bangsa, kegiatan ini juga perlu dilakukan karena memeperdalam khasanah keilmuan kita terkait sejarah perjuangan bangsa. Dari kunjungan tersebut, “kita jadi tahu ada peninggalan sejarah yang dekat dengan kita, yang patut kita jaga dan rawat”. Ujar Panitia Penyelenggara

Pihak museum menyambut baik kunjungan tersebut. Ahmad sowam, seorang edukator di Museum kelahiran jendral soedirman, mengaku senang dengan antusiasme para mahasiswa. “Antusiasme mereka sangat tinggi. Pertanyaan mereka juga kritis-kritis,” ungkap ahmad. “Ini menunjukkan bahwa generasi muda sebenarnya tertarik pada sejarah, asalkan disajikan dengan cara yang menarik, dan museum adalah tempat yang tepat untuk itu.”

Sementara itu, Guntur, salah satu peserta, mengaku ini adalah pengalaman pertamanya yang paling berkesan di museum. “Tadinya saya kira akan membosankan, ternyata seru. Saya jadi bisa membayangkan bagaimana perjuangan jendral dulu, melalui biorama – biorama yang tersedia. Bagian paling menarik adalah biorama yang menjelaskan tentang startegi peperangan jendral soedirman,” katanya.

Kunjungan studi ini diakhiri sekitar pukul 12.00 WIB dengan sesi foto bersama. Pihak HMPS Manajemen Dakwah UIN SAIZU, mengucapkan terima kasih kepada pengelola museum karena teah mengizinkan berkegiatan, dan masih tetap menjaga dan melestarikan sisa – sisa peninggalan yang dimiliki oleh jendral soedirman.Museum Kelahiran Jendral Soedirman sendiri terbuka untuk umum setiap hari sedari pukul 08.00-16.00 WIB.