PURWOKERTO_Mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto sukses menggelar Pelatihan Manajemen Organisasi di SMK Citra Bangsa Mandiri (CBM) Purwokerto. Membawa tema “Gen Z Berorganisasi: Kreatif, Adaptif, dan Kompetitif”, kegiatan ini bertujuan untuk memantik semangat berorganisasi di lingkungan sekolah sekaligus memberikan gambaran nyata mengenai dinamika organisasi melalui praktik langsung.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari pada Selasa-Rabu (5-6 Mei 2026) ini menyasar seluruh siswa kelas 10 yang berjumlah kurang lebih 300 orang. Arkan Jauza Firdaus, perwakilan mahasiswa penyelenggara, mengungkapkan bahwa pemilihan SMK CBM sebagai lokasi kegiatan didasari oleh besarnya potensi organisasi di sekolah tersebut yang masih perlu dikembangkan.
“Kami melihat potensi organisasi yang besar di sana. Selain itu, adanya koordinasi yang baik dengan pihak sekolah memudahkan kami dalam proses perizinan dan pelaksanaan,” ujar Arkan.

Pada hari pertama, rangkaian acara dimulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB di aula sekolah. Mahasiswa sekaligus trainer kegiatan, Arkan Jauza Firdaus, Dwi Nur Meylinda, Fiki Koswara, Eka Yuni Rahmawati, dan Ari Ma’arif Abdulloh secara bergantian memaparkan materi fundamental mengenai manajemen organisasi dengan diselingi ice breaking untuk menjaga fokus peserta.
Memasuki hari kedua, suasana pelatihan menjadi lebih interaktif. Peserta diajak membentuk kelompok-kelompok kecil yang disimulasikan sebagai sebuah organisasi utuh. Setiap kelompok diwajibkan menyusun struktur organisasi, menentukan nama, hingga merumuskan visi dan misi yang dituangkan dalam media kertas sampul lebar.

Tak berhenti di situ, kegiatan berlanjut pada penyusunan rencana kegiatan lengkap dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB). Puncak antusiasme terlihat saat sesi presentasi dan problem solving. Para trainer memberikan simulasi masalah yang mungkin terjadi dalam sebuah kegiatan, dan setiap kelompok ditantang untuk mendiskusikan solusinya secara cepat dan tepat.
“Antusiasme peserta sangat tinggi, terutama pada hari kedua. Mereka tampak lebih bersemangat saat mempraktikkan langsung materi yang telah didapat ketimbang hanya mendengarkan teori,” tambah Arkan.

Acara ditutup dengan pemberian penghargaan bagi kelompok terbaik sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan kekompakan mereka selama simulasi. Sesi foto bersama antara mahasiswa, guru pendamping, dan seluruh peserta menjadi penutup manis dari rangkaian pelatihan dua hari tersebut.

Melalui kegiatan ini, menjadi bukti kepedulian mahasiswa dalam berkontribusi nyata bagi pengembangan generasi muda, khususnya dalam membekali siswa dengan keterampilan kepemimpinan dan manajemen yang relevan di masa depan.