Kodim Purbalingga Gandeng Kader Muda UIN Saizu Bentengi Desa dari Radikalisme
PURBALINGGA – Dalam sebuah langkah strategis menyusun pertahanan ideologi di tingkat akar rumput, Kodim 0702/Purbalingga secara resmi mengajak kader-kader muda terpelajar untuk bersinergi. Pembinaan Teritorial (Komsos) yang digelar pagi ini (4/11/2025) mencatat peran vital mahasiswa Manajemen Dakwah (MD) UIN Saizu sebagai mitra strategis dalam memimpin upaya pencegahan paham radikalisme dan separatisme.
Kehadiran mereka bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan menjadi representasi “pasukan pemikir” yang diharapkan dapat menjembatani antara teori dakwah yang moderat dengan aksi nyata di lapangan. Dalam acara yang diikuti tokoh agama, masyarakat, dan SPPI ini, suara mahasiswa MD UIN Saizu menjadi penanda semangat baru.

Suara Generasi: Dari Aula Kampus ke Medan Ideologi
Semangat kritis dan solutif langsung disuarakan oleh perwakilan mahasiswa MD. Alvidin, salah satu mahasiswa Prodi Manajemen Dakwah, menekankan bahwa pertemuan ini harus melampaui diskusi formal.
“Pertemuan ini harus menghasilkan peta jalan dan aksi nyata. Keahlian kami dalam mengelola dakwah dan komunikasi masyarakat harus diarahkan untuk membangun narasi kebangsaan yang kuat dan inklusif, sebagai penangkal narasi radikal,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Dukungan dan permintaan untuk aksi berkelanjutan disampaikan oleh Guntur Awal, rekan satu prodinya. Ia menegaskan bahwa perang melawan paham radikal membutuhkan konsistensi dan strategi jangka panjang.
“Kami mendorong agar sinergi segitiga antara TNI, tokoh masyarakat, dan kampus seperti UIN Saizu ini tidak berhenti di sini. Kami siap menjadi motor penggerak untuk program-program lanjutan di desa-desa, karena kamilah yang nantinya akan turun langsung berinteraksi dengan masyarakat,” papar Guntur.
Kodim Sambut Positif, Peran MD Diapresiasi
Lettu Inf. Suriyono, narasumber utama dari Danramil Kaligondang, menyambut hangat keterlibatan aktif para mahasiswa ini. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa pendekatan soft power melalui dakwah yang moderat dan manajemen komunitas yang baik adalah senjata ampuh.
“Kehadiran dan gagasan dari adik-adik mahasiswa MD UIN Saizu ini sangat berharga. Mereka adalah mitra yang tepat untuk menyusun bahasa dan metode yang efektif dalam menyasar generasi muda dan masyarakat di level RT/RW. Inilah implementasi dari komsos yang sesungguhnya,” ujar Suriyono.

Dengan ditutupnya acara oleh penyerahan sertifikat, yang terjadi bukanlah akhir, melainkan peluncuran sebuah aliansi baru. Kolaborasi antara TNI dan kader dakwah muda UIN Saizu ini menandai babak baru dalam strategi pertahanan nasional, di mana kekuatan intelektual dan spiritual dari kampus dikerahkan untuk menjaga keutuhan NKRI mulai dari desa-desa di Purbalingga.