PURWOKERTO_Aura kebahagiaan menyelimuti Auditorium UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (SAIZU) Purwokerto pada Selasa (31/3/2026). Dalam Sidang Terbuka Senat Akademik tersebut, Zakiatul Amri, mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah (MD), resmi dikukuhkan sebagai wisudawan terbaik dengan torehan prestasi yang luar biasa.
Zakiatul Amri berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.85. Capaian impresif ini tidak hanya mengantarkannya sebagai Lulusan Terbaik Program Studi Manajemen Dakwah, tetapi juga dinobatkan sebagai Lulusan Terbaik Fakultas Dakwah. Lebih istimewanya lagi, ia berhasil menuntaskan studinya hanya dalam waktu 3,5 tahun.
Melalui wawancara singkat, Ia mengaku sangat bangga bisa menyelesaikan studi lebih cepat dengan hasil yang maksimal. “Perasaan saya tidak henti-hentinya dipenuhi rasa syukur kepada Allah SWT. Senang, bahagia, sekaligus bangga karena bisa menyelesaikan studi dalam 3,5 tahun. Menjadi wisudawan terbaik ini adalah bonus luar biasa dan hadiah terindah atas usaha, doa, dan perjuangan selama ini,” ungkapnya.
Ia berpendapat kuliah adalah sebuah privilege dan ruang pendewasaan. Ia menceritakan bagaimana dunia kampus mengubah kepribadiannya yang dulu terbatas karena pola asuh orang tua yang ketat. “Dulu saya jarang pergi ke mana-mana, tetapi berkat kuliah saya mendapat kesempatan keluar kota untuk PPL dan KKN. Dari sana wawasan saya luas, rasa percaya diri bertambah, dan saya jadi lebih mandiri,” tuturnya.
Rektor UIN SAIZU, Prof. Dr. H. Ridwan, M.Ag., dalam amanatnya memberikan apresiasi mendalam sekaligus pesan kuat bagi para wisudawan. Beliau menekankan bahwa kecerdasan intelektual harus dibarengi dengan kekuatan karakter. “Kesuksesan saudara tidak hanya ditentukan oleh IPK atau gelar, tetapi jauh lebih penting adalah integritas, kejujuran, dan akhlakul karimah yang saudara tunjukkan di tengah masyarakat,” ujar Prof. Ridwan.
Menutup wawancara, Zakiatul memberikan suntikan semangat bagi rekan-rekannya yang masih berjuang menyelesaikan tugas akhir. Ia menekankan pentingnya konsistensi daripada kesempurnaan semata. “Pesan saya untuk teman-teman, tetap semangat. Percayalah, skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai. Jangan terjebak rasa takut harus sempurna, kerjakan sedikit demi sedikit sampai tuntas. Gelar sarjana bukan tentang siapa yang paling cepat, tapi siapa yang tetap bertahan dan tidak menyerah,” pungkasnya.
Keberhasilan Zakiatul Amri ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya di Fakultas Dakwah untuk terus mengejar kualitas akademik sekaligus menjaga integritas diri sebagai kader dakwah masa depan.