Tetap Produktif di Masa Liburan, Manajemen Dakwah Gelar Juguran Bersama Koorprodi

Purwokerto – Program Studi Manajemen Dakwah (MD) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN SAIZU) Purwokerto menyelenggarakan kegiatan diskusi santai bertajuk Juguran Bersama Koordinator Program Studi Manajemen Dakwah pada Senin, 26 Januari 2026, pukul 15.30 WIB. Kegiatan ini menghadirkan Koordinator Program Studi Manajemen Dakwah, Bapak Ulul Aedi, dan dilaksanakan secara daring melalui platform Google Meet.

Meskipun diselenggarakan pada masa libur perkuliahan, kegiatan diskusi ini tetap memperoleh respons yang positif dari mahasiswa. Antusiasme mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah tercermin dari partisipasi aktif peserta yang mengikuti rangkaian diskusi hingga selesai, meskipun tidak sedang berada dalam masa perkuliahan aktif.

Kegiatan Juguran kali ini mengangkat sejumlah topik strategis dan relevan dengan pengembangan kapasitas akademik mahasiswa, antara lain strategi mempertahankan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) serta menyelesaikan studi tepat waktu, pemanfaatan masa liburan secara produktif, dan penguatan personal branding sebagai mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah.

Dalam pengantar diskusi, Bapak Ulul Aedi menekankan pentingnya memperbarui tujuan dan niat dalam menempuh pendidikan tinggi, yakni dengan meniatkan perkuliahan sebagai proses pembelajaran yang berkelanjutan. Menurut beliau, mahasiswa Manajemen Dakwah perlu menanamkan niat belajar yang kuat sebagai fondasi utama pengembangan diri. Niat tersebut diyakini akan melahirkan kesadaran reflektif (muhasabah), menumbuhkan kecintaan terhadap aktivitas membaca, meningkatkan keaktifan dalam diskusi, serta mendorong pendalaman khazanah keilmuan secara berkesinambungan.

Pada salah satu sesi diskusi, seorang mahasiswa bernama Guntur mengajukan pertanyaan terkait strategi menjaga konsistensi belajar di tengah berbagai distraksi. Menanggapi hal tersebut, Bapak Ulul Aedi menyarankan agar mahasiswa menetapkan target belajar harian yang jelas serta membiasakan diri untuk merefleksikan dan menceritakan kembali materi yang telah dipelajari. Beliau juga menekankan pentingnya membaca buku secara rutin, karena intensitas membaca yang tinggi akan membentuk pola pikir dan memperkaya wawasan keilmuan secara alami.

Selain membahas strategi akademik, Bapak Ulul Aedi juga memberikan panduan mengenai pemanfaatan masa liburan agar tetap bernilai produktif dan bermakna. Masa liburan seharusnya dimaknai sebagai momentum untuk melakukan introspeksi diri, meningkatkan kedekatan spiritual kepada Allah SWT, serta menata kembali tujuan hidup dan dampak jangka panjang dari setiap keputusan yang diambil. Mahasiswa juga didorong untuk mengisi masa liburan dengan kegiatan-kegiatan positif yang mampu mengembangkan potensi diri, khususnya yang relevan dengan profesi dan cita-cita yang ingin diraih di masa depan.

Menutup kegiatan diskusi, Bapak Ulul Aedi menyampaikan pesan reflektif bahwa kehidupan dunia merupakan medan perjuangan, bukan tempat menuai hasil akhir. Setiap usaha dan ikhtiar, menurut beliau, akan memperoleh balasan pada waktunya. Oleh karena itu, mahasiswa diajak untuk senantiasa menjaga semangat berjuang, tidak mudah menyerah, serta melibatkan nilai-nilai ketauhidan dengan menghadirkan Allah SWT dalam setiap proses kehidupan dan pembelajaran.