Mahasiswa Manajemen Dakwah Selami Kearifan Lokal Lewat Kunjungan Industri di Kampung Nopia Mino Banyumas

Banyumas-Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah UIN Prof. K. H. Saifuddin Zuhri melaksanakan kunjungan industri ke Kampung Nopia Mino yang berlokasi di Desa Pakunden, Banyumas pada Sabtu (18/04/2026). Berlangsungnya kegiatan ini bertujuan menyelaraskan teori manajemen yang didapat dibangku perkuliahan dengan praktik nyata di lapangan, khususnya dalam sektor wirausaha berbasis kearifan lokal.

Acara dihadiri oleh Wakil Dekan III, perwakilan Senat Mahasiswa, perwakilan Dewan Eksekutif Mahasiswa, dan mahasiswa Fakultas Dakwah. Dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan III, Dr. Nawawi, M. Hum. Yang dalam sambutannya menekankan pentingnya mahasiswa untuk terjun langsung melihat realita industri.

Kunjungan ini berfokus pada manajemen produksi dan strategi pemasaran yang berlangsung di sana. Mahasiswa diajak untuk mengenal lebih dekat dengan makanan khas Banyumas, Mino (Nopia Mini) yang hingga saat ini masih mempertahankan proses produksi tradisional secara alami.

“Harapannya, kegiatan ini bermanfaat bagi mahasiswa MD yang selama ini belajar manajemen di kelas. Cita-cita prodi sendiri menciptakan generasi yang lincah berwirausaha sebagai bentuk pengembangan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Ketua HMPS MD, Alvidin dalam sesi wawancara.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pematerian oleh Pak Agus selaku pengelola Kampoeng Mino beserta jajarannya. Peserta tampak antusias melontarkan berbagai pertanyaan, mulai dari hal teknis hingga strategi bertahan di pasar modern. Setelahnya mahasiswa terjun ke area produksi. Mereka menyaksikan sekaligus mempraktikkan cara pembuatan Mino, mulai dari membentuk adonan hingga proses pembakaran di dalam gentong tanah liat yang khas.

Keseruan memuncak saat Mino yang baru matang disajikan hangat-hangat kepada seluruh audiens, ditemani segelas teh telang yang segar untuk meredam terik matahari. Sampai pada sesi foto bersama dan penyerahan sertifikat sebagai bentuk kenang-kenangan kepada pihak Kampoeng Mino. Bagi para peserta, kunjungan ini memberikan kesan yang berbeda karena konsep “belajar sambil bermain” yang diterapkan.

“Sangat berkesan karena kami bisa melihat proses dari awal sampai siap makan. Ilmunya masuk ke diri mahasiswa tanpa harus terasa kaku atau terlalu formal,” Ujar Alvidin.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya membawa pulang ilmu manajemen, tetapi juga semangat untuk melestarikan kearifan lokal melalui inovasi kewirausahaan di masa depan.