Pengajian dan Pagelaran Wayang Santri Meriahkan Puncak Komda’i Festival

Purwokerto – Suasana Auditorium Utama UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto pada Rabu, 19 November 2025, dipenuhi semangat kebersamaan dan nuansa budaya religius. Komunitas Da’i (Komda’i) menggelar Pengajian dan Pagelaran Wayang Santri sebagai puncak rangkaian Komda’i Festival ke-4 sekaligus peringatan Hari Jadi Komda’i yang ke-6.

Acara istimewa ini menghadirkan dalang santri, Ki Taufiq Hidayat Pujonagoro, dari Pondok Pesantren Darul Hikmah Gumelar. Dengan ciri khas dakwah yang mengalir lewat seni pedalangan, Ki Taufiq berhasil memadukan nilai-nilai Islam dengan kearifan budaya lokal yang begitu dekat dengan masyarakat.

Pembukaan oleh Ketua Jurusan MKI: Apresiasi untuk Komda’i

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Jurusan Manajemen dan Komunikasi Islam (MKI), Ibu Uus Uswatusholihah, yang dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat atas terselenggaranya festival serta apresiasi yang mendalam kepada Komda’i.

“Pagelaran wayang seperti ini bukan hanya menjaga tradisi, tetapi juga memperkuat nilai dakwah yang humanis dan membumi. Kami sangat bangga Komda’i mampu merawat tradisi ini dalam bingkai keislaman,” ujarnya.

Wayang: Media Dakwah yang Efektif

Dalam sesi tausiah pembuka, Ki Dhalang Taufiq menegaskan bahwa wayang telah lama menjadi sarana dakwah yang efektif, terutama di masa ketika budaya tutur dan seni pertunjukan menjadi media utama penyampai pesan moral.

“Wayang merupakan media dakwah yang efektif di masanya,” ungkapnya, sebelum melanjutkan dengan pesan-pesan keislaman yang disampaikan secara ringan namun sarat makna.

Tausiah dan Pagelaran Wayang Santri

Rangkaian acara dimulai dengan tausiah singkat oleh Ki Taufiq yang mengupas nilai-nilai akhlak, kesederhanaan, dan peran generasi muda santri dalam menjaga tradisi Islam Nusantara. Setelah itu, pertunjukan wayang santri digelar dengan menghadirkan lakon yang relevan dengan kehidupan sosial-keagamaan masyarakat saat ini.

Penonton terdiri dari mahasiswa, dosen, serta sivitas akademika UIN Saizu tampak antusias menyimak cerita demi cerita yang dibawakan dengan gaya khas dalang santri—humoris, menyentuh, dan edukatif.

Perayaan yang Menguatkan Identitas dan Spirit Komunitas

Puncak Komda’i Festival ke-4 ini menjadi wujud nyata komitmen Komda’i dalam menghadirkan kegiatan dakwah kreatif dan kultural, sekaligus memperkuat identitas keislaman yang ramah budaya. Pagelaran ini juga menjadi momentum refleksi atas perjalanan Komda’i selama enam tahun dalam membina kader-kader da’i muda yang kompeten dan berwawasan luas.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semangat pelestarian seni budaya sekaligus penguatan dakwah kampus dapat terus tumbuh dan memberi manfaat bagi masyarakat luas.