Purbalingga – Komunitas Dai (Komda’i) menggelar peringatan Milad ke-7 dengan mengadakan lomba dai tingkat Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) serta pengajian umum sebagai puncak acara pada Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Menggali Potensi Dai Muda dan Aksi Dakwah di Era Modern”.
Ketua panitia, Arvel Mahesa, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi wadah bagi dai muda untuk mengembangkan potensi dakwah sekaligus memperluas jangkauan peserta dari berbagai daerah.
“Melalui lomba ini, kami ingin mempertemukan peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan DIY. Selain itu, pengajian umum sebagai puncak acara juga menjadi bentuk syiar Islam sekaligus upaya mempererat silaturahmi dengan masyarakat,” ujar Arvel.
Rangkaian lomba dimulai dengan pendaftaran pada 9-17 Oktober 2026, dilanjutkan pengumpulan video pada 18 Oktober dan seleksi daring pada 19-20 Oktober. Panitia mengumumkan finalis pada 21 Oktober, kemudian mengadakan technical meeting pada 22 Oktober sebelum pelaksanaan babak final.
Babak final berlangsung di Aula Dakwah Kampus II UIN Saizu dengan menghadirkan finalis dari UIN Saizu Purwokerto, UIN Walisongo Semarang, dan MAN Yogyakarta.
Koordinator lomba, Intan Ma’rifatun, menyampaikan bahwa penilaian dilakukan berdasarkan beberapa aspek untuk melihat kualitas peserta dalam menyampaikan dakwah.
“Penilaian meliputi kedalaman materi, ketepatan dalil, dan sistematika bahasa sebesar 40 persen. Kemudian, penampilan dan kesesuaian tema sebesar 35 persen, serta vokal dan adab sebesar 25 persen,” jelas Intan.
Rangkaian acara final diawali dengan pembukaan dan sambutan, dilanjutkan pembukaan simbolis Milad ke-7 Komda’i, penampilan para finalis, serta penampilan dari panitia sembari menunggu hasil penilaian. Pengumuman juara disampaikan pada hari yang sama sebelum acara ditutup. Miftahul Anwar, peserta dari UIN Saizu, berhasil meraih juara pertama.
Koordinator acara, Neni Afisah, mengatakan bahwa susunan kegiatan dirancang agar seluruh rangkaian peringatan Milad dapat berlangsung secara berurutan hingga pengumuman pemenang.
Setelah perlombaan, puncak peringatan Milad ke-7 Komda’i dilanjutkan dengan pengajian umum di GOR Kembangan, Bukateja. Kegiatan ini turut menjadi sarana dakwah bagi masyarakat setempat.
Arvel menyebutkan bahwa masyarakat memberikan respons positif terhadap penyelenggaraan pengajian tersebut.
“Masyarakat merasa senang karena bisa mengikuti pengajian bersama di daerahnya sendiri. Harapannya, kegiatan ini bisa menambah ilmu agama sekaligus mempererat silaturahmi,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pembina Komunitas Dai, M. Hikamudin Suyuti, S.S., M.Si.; Wakil Dekan III, Nawawi, M.Hum.; serta Sekretaris Program Studi Manajemen Dakwah, Alfi Nuraini, M.Ag.
Melalui peringatan Milad ke-7 ini, Komda’i berupaya menjadi ruang bagi dai muda untuk mengembangkan kemampuan berdakwah sekaligus memperkuat hubungan dengan masyarakat melalui kegiatan keagamaan.